Pengertian Purposive Sampling Menurut Para Ahli : menurut.id

Halo semuanya! Pada artikel kali ini, kita akan membahas tentang pengertian purposive sampling menurut para ahli. Purposive sampling atau sampling bertujuan adalah salah satu metode dalam pengambilan sampel dalam penelitian. Metode ini sering digunakan dalam penelitian kualitatif, namun juga dapat diterapkan pada penelitian kuantitatif. Berikut adalah beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian purposive sampling:

1. Edwin W. Martin

Menurut Edwin W. Martin, purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memilih subjek berdasarkan karakteristik tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian yang sedang dilakukan.

Dalam teknik ini, peneliti lebih memilih subjek penelitian yang dianggap memiliki sifat, karakteristik atau pengalaman tertentu yang penting untuk dijadikan informasi dalam hasil penelitiannya. Metode ini cocok digunakan untuk penelitian dengan jumlah sampel terbatas karena dipilih berdasarkan pertimbangan kelayakan dan efisiensi.

Sebagai contoh, jika peneliti ingin meneliti pengaruh usia terhadap perilaku konsumen, maka purposive sampling akan memilih subjek penelitian yang memiliki rentang usia tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian.

2. M. Ali Hanif

M. Ali Hanif menyebutkan bahwa purposive sampling adalah suatu metode pengambilan sampel yang bergantung pada kehendak peneliti.

Metode ini dilakukan untuk memilih subjek penelitian yang dianggap cukup representatif untuk dijadikan sampel dalam suatu penelitian. Dalam konteks ini, peneliti harus memperhatikan karakteristik subjek penelitian yang sesuai dengan tujuan penelitiannya, seperti usia, jenis kelamin, latar belakang pendidikan, dan lain sebagainya.

Salah satu contoh penerapan purposive sampling pada penelitian kualitatif adalah dalam penelitian tentang pengalaman hidup para penyintas bencana alam. Dalam metode ini, peneliti memilih subjek penelitian yang memiliki pengalaman hidup sebagai korban bencana alam, sehingga informasi yang didapat lebih akurat dan relevan dengan tujuan penelitian.

3. Dr. Ali Imron

Menurut Dr. Ali Imron, purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel yang dilakukan berdasarkan pertimbangan tertentu oleh peneliti untuk memilih subjek penelitian yang memiliki karakteristik atau sifat tertentu.

Dalam teknik ini, peneliti memilih sampel yang dianggap dapat memberikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan dalam penelitian. Hal ini dilakukan dengan cara memilih sampel berdasarkan kriteria atau karakteristik tertentu dari populasi yang dijadikan sampel.

Contoh penerapan purposive sampling pada penelitian kualitatif adalah dalam penelitian tentang pengalaman para mahasiswa dalam menghadapi masalah akademik. Dalam metode ini, peneliti memilih sampel yang memiliki pengalaman menghadapi masalah akademik yang sesuai dengan tujuan penelitian.

4. Dr. Sulaiman

Dr. Sulaiman menyebutkan bahwa purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel yang dilakukan berdasarkan pertimbangan khusus oleh peneliti.

Pengambilan sampel dilakukan dengan menentukan karakteristik tertentu dari populasi yang dianggap sesuai dengan tujuan penelitian. Hal ini berguna untuk memperoleh informasi yang spesifik dan mendalam mengenai fenomena yang tengah diteliti.

Sebagai contoh penerapan purposive sampling pada penelitian kualitatif adalah dalam penelitian tentang pengalaman para dokter dalam merawat pasien dengan penyakit kronis. Dalam metode ini, peneliti memilih sampel yang memiliki pengalaman merawat pasien dengan penyakit kronis yang sesuai dengan tujuan penelitian.

5. Prof. Dr. Budhi Setiawan

Prof. Dr. Budhi Setiawan menjelaskan bahwa purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel yang diarahkan oleh tujuan penelitian.

Dalam teknik ini, peneliti memilih sampel yang sesuai dengan karakteristik yang relevan dengan tujuan penelitian. Hal ini berguna untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam dan spesifik mengenai fenomena yang tengah diteliti.

Contoh penerapan purposive sampling pada penelitian kualitatif adalah dalam penelitian tentang pengalaman orang tua memiliki anak yang menderita autis. Dalam metode ini, peneliti memilih sampel yang memiliki pengalaman dalam merawat anak dengan autisme yang sesuai dengan tujuan penelitian.

FAQ

No. Pertanyaan
1 Apa itu purposive sampling?
2 Untuk apa purposive sampling digunakan?
3 Apakah purposive sampling hanya digunakan pada penelitian kualitatif?
4 Bagaimana cara memilih sampel pada purposive sampling?
5 Apa kelebihan dari menggunakan purposive sampling?

Jawaban:

1. Apa itu purposive sampling?

Purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan memilih subjek penelitian berdasarkan karakteristik tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian yang sedang dilakukan.

2. Untuk apa purposive sampling digunakan?

Purposive sampling digunakan untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam dan spesifik mengenai fenomena yang tengah diteliti. Metode ini berguna untuk penelitian dengan jumlah sampel terbatas karena dipilih berdasarkan pertimbangan kelayakan dan efisiensi.

3. Apakah purposive sampling hanya digunakan pada penelitian kualitatif?

Tidak, purposive sampling dapat digunakan pada penelitian kuantitatif maupun kualitatif.

4. Bagaimana cara memilih sampel pada purposive sampling?

Peneliti memilih sampel yang sesuai dengan karakteristik yang relevan dengan tujuan penelitian.

5. Apa kelebihan dari menggunakan purposive sampling?

Kelebihan dari menggunakan purposive sampling adalah untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam dan spesifik mengenai fenomena yang tengah diteliti. Metode ini cocok untuk penelitian dengan jumlah sampel terbatas karena dipilih berdasarkan pertimbangan kelayakan dan efisiensi.

Sumber :